Sajak Untuk Kekasihku
kau manis di hadapanku
kulihat purnama di wajahmu
menusuk jiwa
kelam dengan lentera senyuman
kau pompa darah
aku mabuk dengan tatapan
hingga
terteguk juga puisimu
dari kemarin aku tunggu
dan ku harap
bisa mengisi sajak kosong di dadaku.